andi yaurie :: aeromodelingpemula :: Watampone :: South Celebes :: Indonesia

Jumat, 23 November 2007

Kelas Pesawat Aeromodeling

Jenis pesawat yang digunakan dalam olahraga aeromodeling beragam. Mulai dari pesawat yang bersayap tetap fixed wing , sayap berputar, dilempar bebas dengan menggunakan tenaga angin, tenaga karet, hingga tenaga mesin. Mesin juga dapat dibedakan menjadi electric power atau tenaga batere dan tenaga mesin yang menggunakan bahan bakar.

Saya akan jelaskan sekilas mengenai klasifikasi pesawat model menurut Federation Aeronatique Internationale. Klasifikasi atau kelas dalam aeromodeling dapat pula dilihat dalam situs resmi Federasi Aerosport Indonesia.

Kelas terbang bebas biasanya dikenal dengan glider. Cara menggunakan yaitu dengan cara melempar pesawat dengan menggunakan tangan. Pesawat ini ada yang menggunakan tenaga karet F1B dan tenaga angin F1A atau Glider A2 dan F1H atau Glider A1. Pesawat Glider A1 dan A2 dibantu terbang dengan menggunakan thermal alam. Dikenal pula kelas chuck glider atau OHLG On Hand Launched Glider yang dikenal sebagai pesawat ekonomis dan berpotensi besar untuk dikembangkan pada semua kalangan utamanya para siswa.

Ada pula jenis pesawat yang menggunakan tali untuk terbang. Pada saat pesawat telah terbang, tali yang digunakan dipegang oleh pilot dan dibiarkan tehubung ke pesawat. Hal ini dimaksudkan agat pesawat tetap terkendali sesuai keinginan pilot di darat. Jenis pesawat ini dikategorikan dalam kelas F2 Control Line. Dalam kelas ini dibagi lagi menjadi empat kelompok yaitu F2A Team Race, F2B Aerobatic, F2C Speed, dan F2D Combat.

Jenis selanjutnya yaitu dengan menggunakan gelombang radio untuk membantu pengendalian pesawat atau lebih dkenal dengan kelas F3 Radio Control. Pesawat dalam kelas ini menggunakan bahan bakar khusus untuk pesawat aeromodeling dan batere. Kelas F3 radio control terdiri atas kelas F2A aerobatic, F3B Soaring Glider, F3C Helicopter, F3D Pylon Racing, F3E Electric Power, F3F Slope Soaring, dan F3G Power Glider.

Aeromodeling juga merupakan olahraga yang tidak semata-mata menggunakan lapangan untuk menerbangkan pesawat. Aeromodeling juga mempunyai cita rasa seni yang tinggi. Hal ini diwujudkan dengan pesawat model dengan menggunakan system skala Scale Model. Pesawat dalam kelas ini tidak bisa diterbangkan karena hanya merupakan model pesawat. Dalam aeromodeling dikategorikan kedalam kelas F4. kelas F4 atau Scale Model dibagi lagi menjadi tiga subkelas yaitu F4A atau Free Flight Scale, F4B CL Flying Scale, dan F4C atau RC Flying Scale.

Kelas terakhir yaitu pesawat yang menggunakan tenaga baterai. Kelas ini dikenal dengan Electric Model atau kelas F5. Kelas ini dibagi menjadi empat jenis yaitu F5A untuk arobatik, F5B untuk glider, F5C untuk helicopter, dan F5D untuk Pyon.

Pekanbaru, 23 November 2007

Minggu, 11 November 2007

Lapangan Aeromodeling


Ada beberapa tempat yang dapat digunakan sebagai tempat latihan olahraga aeromodeling di Watampone. Salah Satunya yaitu stadion olahraga Lapatau yang baru diresmikan dan telah digunakan sebagai tempat berlangsungnya Pekan Olahraga Daerah beberapa bulan yang lalu.

Letak stadion ini di kelurahan Macanang, Watampone. Lokasinya dilewati jika kita akan ke Makassar, namun lokasinya agak masuk dari jalan raya yakni sekitar 450 meter dari jalan Makassar. Lahan di sekitar stadion tersebut umumnya sawah dan berlumpur.

Di dalam stadion merupakan tempat berumput dan dapat digunakan untuk latihan menerbangkan pesawat sejenis Wing Dragon. Saya baru mensurvei lokasinya dan belum membicarakan kepada pengurus stadion. Karena pada hari Sabtu tidak ada jam kantor.

Pada saat saya meninjau lokasi, kebetulan pada bagian luar stadion ini juga digunakan sebagai arena balap motor. Nampak dengan jelas disekeliling stadion ditutup dengan karung plastik putih bekas karung gula.

Sambil menggunakan lapangan yang ada, sebenarnya Watampone prospektif untuk pengembangan olahraga terbang ini. Hal ini karena pemerintah daerah kabupaten Bone telah mendapatkan tempat yang cocok untuk pembangunan bandar udara. Sehingga pada masa yang akan datang, bandar udara dapat dijadikan sebagai tempat resmi latihan aeromodeling. Tentu saja membutuhkan usaha pendekatan dan perkenalan olahraga ini kepada pemerintah daerah dan masyarakat di Bone.


Watampone, 11 November 2007

Minggu, 04 November 2007

Bermain Flight Simulator


Jika masih enggan menerbangkan pesawat di lapangan dengan pertimbangan misalnya belum menguasai teknik menerbangkan pesawat atau menghindari resiko crash yang bakal terjadi. Ada cara yang sangat aman dan ekonomis. Saking amannya, biar 1000 kali pesawat yang diterbangkan jatuh namun pesawatnya sendiri tidak mengalami crash atau cacat sedikitpun.

Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan simulator. Dengan bermodalkan komputer dan stick simulator, kita dapat menerbangkan pesawat dengan berbagai model di komputer tanpa harus khawatir pesawat crash. Simulator yang banyak digunakan yaitu FMS yang tersedia di internet dan dapat diunduh secara gratis. Bahkan kita boleh membuat atau memodifikasi berbagai jenis model pesawat dan lapangan terbang.

Yang harus disediakan adalah stick simulator yang harganya tergolong ekonomis bagi pemula aeromodeling. Stick simulator yang ada di pasaran biasanya dalam model empat channel. Bentuk dan fungsinya mirip dengan stick nyata yang digunakan dalam aeromodeling. Jadi stick ini juga sebenarnya merupakan sarana latihan sebelum terjun ke aeromodeling sesungguhnya.

Model pesawat sangat beragam dan dibuat oleh orang yang mendedikasikan karyanya untuk digunakan secara gratis oleh orang yang membutuhkan. Pesawat fixed wing baik yang bermotor atau free flight dan helicopter. Begitu pula dengan model lapangan terbang dapat diunduh secara gratis. Model lapangan dapat dijumpai dengan berbagai jenis, mulai yang bersalju, suasana senja, suasana pegunungan, lapangan khusus untuk latihan hingga yang berlokasi dalam satu pulau kecil,

Bagaimana jika seandainya stick simulator tidak dijumpai di pasaran? Simulator pesawat sebenarnya masih bisa digunakan dengan menggunakan keyboard komputer. Tetapi hasilnya kurang akurat dan maksimal. Fungsi tombol tanda panah baik atas, bawah, kiri, dan kanan dapat digunakan untuk menerbangkan, menurunkan, belok kiri, dan belok kanan pesawat.

Nah...dengan demikian kita bisa menggunakan software ini dengan bebas di mana saja berada dan tanpa ada rasa was-was akan tindakan pembajakan software. Namun, sekali lagi, disarankan menggunakan stick simulator dibanding dengan menggunakan keyboard komputer. Jadi..., ayo kita terbang!!!



Watampone, 4 November 2007